Aromatisitas
adalah sifat senyawa aromatik tentang kestabilannya yang khas, dan lebih mudah
mengalami reaksi substitusi dari pada
reaksi adisi. Aromatisitas merupakan sebuah sifat kimia dimana sebuah cincin
terkonjugasi yang ikatannya terdiri dari ikatan tidak jenuh, pasangan tunggal,
atau orbit kosong menunjukan stabilitas yang lebih kuat dibandingkan stabilitas
sebuah sistem yang hanya terdiri dari konjugasi. Aromatisitas
juga bisa dianggap sebagai manifestasi dari delokalisasi siklik dan resonansi.
Syarat-syarat Aromatisitas:
1. Molekul harus berbentuk siklik.
2.Setiap atom pada cincin tersebut harus mempunyai
orbital π, membentuk sistem berkonjugasi.
3.Molekul haruslah planar.
4.Jumlah elektron π molekul haruslah ganjil dan
memenuhi kaidah Huckel: (4n+2)
elektron π.
5.Molekul-molekul yang mengandung 4n elektron π adalah antiaromatik.
Menurut Erich Huckel, suatu senyawa yang mengandung cincin beranggota lima
atau enam bersifat aromatik jika:
-semua atom
penyusunnya terletak dalam bidang datar (planar)
-setiap atom
yang membentuk cincin memiliki satu orbital 2p
-memiliki
elektron pi dalam susunan siklik dari orbital-orbital 2p sebanyak 4n+2
(n= 0, 1, 2, 3,
...)
Bukan hanya benzena yang aromatik tapi banyak senyawa heterosiklik
yang analog dengannya dalam mana satu atau lebih heteroatom menggantikan karbon
dalam cincin. Reaksi-reaksi
yang umum terjadi pada benzena dan turunannya adalah reaksi substitusi elektrofilik.
Terdapat
4 macam reaksi substitusi elektrofilik terhadap senyawa benzena, yaitu reaksi
halogenasi, nitrasi, sulfonasi, Friedel-Crafts.
Gambar 1.
Reaksi halogenasi
Pertanyaan : Apakah sikloheksana termasuk golongan senyawa aromatis?
Sumber : Firdaus,2009. Kimia Organik Fisis I.
Makassar: UNHAS
http://staffnew.uny.ac.id/upload/131877177/pengabdian/STRUKTUR+DAN+TATANAMA+BENZENA.pdf

